Sunday, April 20, 2008

Epilog Luka Seorang Perindu




Akulah sang perindu malam
Yang kehilangan cinta agungnya
Di bawah sayap luka mengalir darah setia belantara rasa
Yang menakung segenap derita segenap lara
Terbakar jua dipenghujung musimnya

Alangkahnya manisnya jika kecewa ini beralih arah
Tinggalkan bunga-bunga sepi di daun mimpi
Alangkah manisnya jika kasih ini
Dipangkuan yang tercinta

Perjalanan masa tak terasa panjangnya
Tak terasa bahangnya
Akulah perindu malam
Yang cintannya masih hangat membara

Dilorong hidup ini
Keinginan tak semestinya milik kita
Kadangkala tertunda
Mengundang derita mengundang hiba..


––––•(-• (¶u3 LinÐungan ßulan) •-)•––––

0 »comment«:

 

Design By:
SkinCorner